<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d14610711\x26blogName\x3d.::+DANKOS+::.\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://menyehnyeh.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://menyehnyeh.blogspot.com/\x26vt\x3d184719990926675945', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.:: DANKOS ::.

Sunday, September 16, 2007

Menghadapi Celaan Manusia

Dikutip dari buku Ar-Rasaail Jilid 2 yg ditulis oleh ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, pada risalah ke 13 "Tiga Orang yang Binasa Karena Riya' ", pada sub bab "Obat Penyakit Riya" pada point kedelapan "Tidak peduli dengan celaan dan pujian manusia". Tidak semuanya saya tulis, hanya bagian bagaimana menghadapi celaan manusia saja. Semoga bermanfaat. Barakallahufikum.

------------------------------------------------------------------
Seandainya ia berbohong kepada kita dan mengada-ada terhadap kesalahan tersebut dan mencelanya, maka kita harus memikirkan tiga perkara:

Pertama, jika kita bersih dari kesalahan itu, maka kita tidak lepas dari aib atau kesalahan yang lain. Karena sesungguhnya manusia banyak berbuat salah dan banyak sekali aib kita yang Allah tutupi. Ingatlah nikmat Allah, karena si pencela tidak mengetahui aib yang lain dan tolaklah dengan cara yang baik.

Kedua, sesungguhnya membuat-buat berita untuk mencela kita dan memfitnah, semua ini adalah penghapus dosa kita, jika kita sabar dan mengharapkan pahala dari Allah.

Ketiga, orang yang mencela dan memfitnah kita akan mendapatkan kemurkaan Allah. Allah Subhanawata'ala berfirman:

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa. Kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah. Maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata." (QS. An-Nisaa':112)

Kita harus berusaha untuk memaafkannya, karena Allah Subhanawata'ala cinta kepada orang-orang yang suka memaafkan. Allah Ta'ala berfirman:

"Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A'raaf:199)

Akan tetapi jika mereka zhalim dan terus menerus memfitnah, maka diperbolehkan untuk membela diri. Lihat surat asy-Syuuraa ayat 39-41.
------------------------------------------------------------------

1 Comments:

  • alhamdulillah, tadi dikirain blog orang syiah. ngak taunya salafy...cihuuy programmer pula yah bang :)

    By Anonymous uwiuw, at 4:16 AM  

Post a Comment

<< Home