<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d14610711\x26blogName\x3d.::+DANKOS+::.\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://menyehnyeh.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://menyehnyeh.blogspot.com/\x26vt\x3d184719990926675945', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

.:: DANKOS ::.

Tuesday, September 26, 2006

Menyingkat Salam

Gw bingung kalo nerima sms, terus isinya "Ass. bla bla bla" atau terkadang juga ada via yahoo messenger. Ass dalam bahasa inggris artinya keledai, orang dungu, pantat. Jadi sebenernya orang ini mau ngucapin salam atau mau ngehujat? Padahal kata-kata اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ (Assalamu'alaikum) adalah kata-kata doa yang meminta kepada Allah subhana wata'ala dengan keselamatan dan dijauhi dari celaka. Kenapa harus disingkat ? bukankah manfaatnya menjadi lebih sedikit bahkan bisa timbul kemudharatan? Jika ingin mendoakan maka doakan dengan tulus dan ikhlas. Dan jika memang tulus dan ikhlas tentulah pengucapan salamnya tidak asal-asalan, karena niat yang baik itu tidak cukup dengan hati dan lisan saja tapi juga dengan tindakan.

Semoga Allah azza wajalla waghofurhurahim memberikan balasan kebaikan di dunia dan akhirat atas amalan-amalan yang kita lakukan. Wallahu'alam bishawaab.

Friday, September 22, 2006

Bank yang menjengkelkan

Bermula dari pinjaman ortu gw yang mengharuskan surat rumah dijadikan jaminan oleh bank. Sewaktu ngurus peminjaman ini prosedurnya gampang banget, begitu beres mau dicabutnya susah banget. Sewaktu ayah gw meninggal, urusan dengan bank ini masih menggantung. Untuk mencabut perjanjian itu selain harus melunasi pinjamannya juga harus membuat surat ini dan itu. Semua surat pun akhirnya dibuat dengan penuh sabar. Dan akhirnya memei gw ngasih semua surat surat yang dibutuhkan ama si Bank ini. Ternyata dia minta surat kuasa dari gw sebab gw sekarang berada di luar kota. Setau gw yang namanya surat kuasa itu cukup dengan materai. Tapi yang diminta sama Bank nya adalah surat yang gw bikin harus dilegalisir oleh notaris. Ditanya kenapa.... jawabannya "ini sudah prosedurnya", aneh sekali ..... seorang pegawai bank yang sangat kental dan tau dengan undang undang malah mengeluarkan jawaban seperti itu. Orang ini telah mewajibkan sesuatu yang tidak wajib. Yang bikin gw kesel itu bukannya soal susahnya melegalisir surat kuasa itu, tapi kenapa si BANK ribawi menambah kerjaan gw yagn seharusnya itu nggak perlu gw lakukan.

"Markas da'i akan dipenuhi dengan aturan agama
markas pejabat akan dipenuhi dengan segenap aturan aturan pejabat
begitu juga markas ular akan dipenuhi dengan segenap aturan aturan ular yang menjengkelkan"

Wednesday, September 20, 2006

Nulis lagi ...

Ternyata nulis blog itu sesuatu yang menyenangkan. Kalo mikir topik yang mau ditulis kudu gini kudu gitu ..... akhirnya kagak nulis nulis. Yang ada terbengkalai blog gw. Mungkin resepnya sederhana kali ya, tulis dan tanggungjawab pada tulisannya. Soal contentnya nantinya bagus apa jelek itu urusan lain. Mengutip kata-kata temen gw "Content is the king" menurut gw niat is the king. Pokoknya kalo mau nulis ya tulis kalo kagak ya udah ... berenti......

Contohnya sekarang, gw lagi pengen nulis ... walaupun nggak ada mutunya tapi nulis ... sekali nulis tetep nulis ....